Wednesday, September 01, 2010

Sepanjang 31 Hari



Adalah engkau yang sepanjang 31 hari ini mengisi ruang sempit di pojok hati sebagai teman baik. Ruangan yang sebelumnya kutempatkan dirimu sebagai asing yang bisa saja memutuskan diri untuk tidak memerpanjang kontrak.

Adalah engkau yang sepanjang 31 hari ini mencabik-cabik egoku, memaksaku memahami logika-logika, melebur asumsi-asumsi, memorakporandakan serangkaian pemikiran tentang hakikat hidup di bawah satu atap: 'happily ever after' itu dongeng.

Adalah engkau yang sepanjang 31 hari ini mengajarkanku rasa sayang tak selalu berwujud ucapan, pelukan, atau cium tangan sebelum pergi dan saat pulang. Tapi kesadaran untuk tidak saling menindas dan kerjasama tanpa kenal batas.

Adalah engkau yang sepanjang 31 hari ini merajut tabah, menyepakati dirimu teruji bersaing dengan bising 'beep' blackberry, memberi ruang atas hal-hal yang tidak pernah terbayangkan olehmu: melihat aku secara nyata dengan segala keajaiban sikap-sikap aneh yang kumiliki. Setiap hari.

Adalah engkau yang sepanjang 31 hari ini masih setia menemani setumpuk kelelahan berbentuk gerutuan atas banyak hal yang lahir dari bibir. Dua mata sipit selalu kutemukan bersamaan dengan dua telingayang tiada lelahnya mendengarkan segala cerita.

Adalah aku yang sepanjang 31 hari ini bersyukur kau masih di sini.
Dan semoga selalu di sini.

Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP