Wednesday, January 16, 2008

je-i-ka-a


jika aku tidak bisa bersamamu
tidak bisa menemanimu lagi
tidak berarti aku benar-benar meninggalkanmu

aku ada.
aku janji, aku akan selalu ada
meski hanya bisa kamu rasa

Read more...

KISS A MISS


pict is taken from corbis.com

Aku selalu rindu semua percakapan kita
Memerhatikan matamu yang seperti cina
Memerhatikan bibir atasmu yang lancip di tengah
Menirukan caramu tertawa, mencukur kumis dan jenggot
oh iya.. juga menirukan merapatkan gigi
agar rahang-rahang kita terlihat tegas
Aku rindu memakimu saat suara fals mu bergema
Aku rindu bertengkar denganmu hanya karena aku ingin dibelikan botol air mineral bewarna kuning, tapi kamu belikan warna biru
Aku juga rindu saat jemarimu, yang lebih cantik dari aku itu, memetik gitar
Aku tidak pernah tidak rindu saat kamu menyuapiku nasi padang tidak dengan sendok tapi dengan tanganmu
Aku rindu melihatmu makan eskrim dengan perilaku yang manis
meskipun tetap rakus kalo makan siang dan malam..
Aku rindu melihatmu gugup saat aku menatapmu lebih dari lima menit
Aku rindu saat2 kamu mencuri-curi kesempatan untuk bisa mencium hidungku

Jika aku selalu erat memelukmu, lebih lama mencium keningmu, memerhatikan setiap hal yang kamu lakukan dan membisikkin sebanyak yang kubisa agar kamu hati-hati tiap kali kita akan berpisah, itu semata mata karena aku tidak pernah tau kapan aku bisa menatapmu, memelukmu, menciummu, memerhatikanmu.. lagi.


*listening 'like you'll never see me again' by alicia keys.

Read more...

An InsyaAlloh..

Aku janji. Mulai hari ini, aku harus bisa melakukan segalanya sendiri. Aku akan mulai untuk tidak setiap hari menelepon ibuku pun mengirimkannya sms. Aku harus bisa mengurus diriku sendiri. Aku tidak boleh menyerah sama kesepian. Aku tidak boleh menangis. Aku harus bisa meyakinkan ibuku bahwa aku bukan lagi Nissa yang hanya mau berangkat ke sekolah jika kepanganku tidak berantakan, yang tidur dengan ibuku sampe di bangku sma, yang makannya selalu disuapi sampe kuliah, yang cengengesan, yang males ke dapur, yang sebel kalo disuruh cuci piring, ngepel apalagi nyetrika..

Aku janji aku akan mengurus diriku sebaik-baiknya. Agar aku bisa mengurus ibuku secepatnya...

Read more...

Saturday, January 12, 2008

ONCE



Directed by John Carney
Produced by Martina Niland
Written by John Carney
Starring Glen Hansard & Markéta Irglová
Music by Glen Hansard & Markéta Irglová
Cinematography Tim Fleming
Editing by Paul Mullen
Distributed by Fox Searchlight Pictures
Release date(s) March 23, 2007
Running time 85 min
Country Ireland

Satu lagi film sederhana, jujur dan menyentuh yang gue tonton. Once (bukan yang nyanyi "aku mau.." itu loh). Di suatu sore, di rumah, di lantai 2, sambil nunggu kerja mesin cuci, gue nonton film ini. Karena Hendro-my 'backtreet' office bf-yang ngasi, dan menurutnya sangat gue banget, gue pun gak nyepet2in atau mencet2 tombol 'next' buat melangkah ke next chapter. malahan gue selalu mencet tombol previous biar gue bisa nyanyi ngikutin kata2 di subtitle. ugh, dats so me kalo seneng ama satu film. hehehehhe. persis lah seperti yang gue lakukan terhadap film before sunrise dan before sunset.

Once adalah film musikal irlandia yang dimainin sama pemusik juga. Cerita tentang a 'guy' (glen hansard), pengamen-yang sebenernya sangat berbakat dan serius banget kalo bikin musik-yang ketemu a 'girl' (markéta irglová)-czech immigrant flower seller. si guy (emang gak dikasi tau namanya seperti juga si girl) ditinggal pacarnya ke london dan si girl hubungannya juga buruk sama suaminya. mereka ketemu dan berkolaborasi dengan sangat indah lewat lagu2 yang berlirik sederhana tapi jujur. dari awal, gue nebak, halah paling ntar one night stand, atau paling gak menikah dan tinggal bareng di dublin (tempat mereka ketemu). dan perasaan gue semakin dimainin dengan scene2 yang kayaknya mereka bakal 'nyatu', connected, dll sejenis itu deh.. gue nebaaaak terus, tiap kali mereka eyes contact, deket, si cowok nge-flirt, (dalem hati gue, pasti hepi ending trus mereka menikah dan blablabla)..
ternyata enggak loh, sepanjang film, adegan ciuman cuma ada sekali (emang loe ngarep berape kalii neng??? hihihihi.. secara film eropa gitu, ciuman2nya biasanya seksi dan keren dan deep, ciee.. :p), itupun karena si guy besoknya mao mengadu nasib ke london, sekalian ketemu ama pacarnya, itupun honesty genuine goodbye cheek kiss loh, di tengah jalan dan ya gitu.. apa adanya.

relasi mereka juga sangat produktif, mereka kolaborasi bareng (si girl ternyata juga nurunin bakat bermusik dari ayahnya yang seorang pemain biola), saling mendukung, saling nyemangatin, saling memuji, saling respek, saling koreksi dan semua hal yang sudah sepatutnya ada dalam sebuah relasi manusia. and it works, banyak lagu2 dengan lirik bagus, sarat pengalaman hidup, gak mengada2 dan melodi yang sederhana tapi 'soulful'.

jujur gue gak sabar pengen cerita endingnya. si guy berharap before dia move ke london, dia pengen banget punya sedikit waktu untuk sekedar ngobrol dengan si girl, padahal si girl merasa 'tugasnya' untuk mendukung si guy udah selesai, meskipun ia akhirnya mengiyakan tawaran si guy, (meskipun lagi) akhirnya tidak dia penuhi(aduuh kacaw ya storytelling gua, maafkan..hehehe). endingnya, si guy dateng ke toko alat musik tempat mereka pertama kali feel 'that chemistry' dan beliin si girl piano kecil. si girl keliatan surprised banget dan bener2 menggunakan tu piano 'sebagaimana mestinya'. one day, suaminya keliatan gendong anak si girl yang lagi sibuk maen piano dan cium kepalanya.

ya. si girl dengan kehidupannya. si guy dengan mimpi dan cintanya yang pernah hilang.

ketika film ini abis, gue pun mulai jemur cucian dengan perasaan girang dan pengen banget ketemu hendro, buat bahas film ini. dan bener banget kalo gue jadi kebayang bikin lirik lagu dan minta medi nyariin melodi pake gitarnya trus bilang hendro buat touch up di software garagemusic.

hendro.. makasiii.. udah ngerti banget aku. mwah.

Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP