Thursday, November 20, 2008

KOSONG

Seminggu selalu pulang pagi tentu bukan kemauanku. Membiarkan rumah seperti kandang ayam berantakannya, tv seperti barang rongsokan yang cuma nyempit2in rumah doang, kulkas kosong melompong gak pernah diisi, seprei jarang ganti… kamar mandi jarang disikat. Aku bukan malas. Aku bukan sok sibuk. Aku memang gak sempet…

Rumah kini sudah berubah fungsi jadi tempat aku rebahkan badan. Aku kehilangan maknanya sebagai tempat nyaman dan istirahat dalam arti yang kaya.

Sebenernya kita bekerja keras buat syapa sih? Pertanyaan kayak gitu selalu mengusik aku akhir2 ini. Aku sedang lelah berpikir positif meskipun di sisi lain aku mengerti kalo aku stress dengan kerjaan, gimana bosku ya? Tentu dia gak akan mengeluh ke aku, karena itu akan mematahkan semangatku. Kesian juga jadi dia. Lebih kesian dia dari aku. Loh? Iya, aku mengasihani diriku sendiri… Aku merasa tidak beruntung hanya punya sedikit ruang untuk diri sendiri. Komputer Pentium 4, program word, situs images bank, pinsil warna, notebook hadiah dari majalah dan mp3, merekalah teman-temanku.

Aku bukan berlebihan, tapi inilah sedihku yang gak berairmata. Sedih emang gak mesti berairmata sih… tapi tiap kali aku berdiri di pinggir jendela di kantor, aku merasa gak ngerti aja, kenapa aku melakukan semua ini? Buat siapa? Biar keliatan berdedikasi? Nambah portfolio? Ngejer eksistensi di kantor? Sebegitu hebohnya caraku mencintai pekerjaan, cari uang meski selalu menjelma jadi lemak2 yang terus menerus bersarang di perut, pinggang, lengan dan paha. I hate my life, to be honest.

Aku pun jadi sangat temperamental, sensitif dan pastinya menyebalkan banyak orang. Tanpa sadar aku sering menyakiti hati temen2ku, dan sungguh aku sangat menyesal. Aku jadi sering membentak, aduh ini sungguh gak sehat deh dan harus segera kuhentikan. Tapi aku gak ngerti caranya. Juga aku males mikir gimana caranya. Tuntutan kerjaan mengharuskan aku tetap tune in, fokus dan multitasking.

Aku juga harus berdamai kalo di saat2 kayak gini, Medi gak ada di sampingku untuk sekedar memberi pelukan agar aku semangat, membuatkan susu coklat panas dan menungguku sampe aku tidur. Aku harus hidup dalam ilusi bahwa dia pasti ada di sampingku meski wujudnya gak ada.

Ya, hidupku kosong, lately.

0 comments:

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP