FRES ME MOST!
Meskipun baru hari pertama, Fres & Natural School Visit with Celebrity , for me, it’s quite perfect. Modalnya cuma semangat dan cinta. Taelaaah. Sumpah emang cuma itu yang gue punya buat brand yang udah mengisi hari-hari gue di kantor selama lebih dari dua tahun. 
SMP Marsudirini (Fons Vitae) Kemang Pratama adalah sekolah pertama yang didatengin sama Jonathan Mulia, pemain film juga FTV sekaligus talent di tv commercial Fres & Natural Splash Cologne 2008. Fres & Natural School Visit with Celebrity sendiri adalah rangkaian program sms polling dari kampanye Fres & Natural Splash Cologne 2008. Rangkaian sebelumnya adalah Fres Romantic Date with Celebrity. Jadi sms polling itu ngajak target audience Fres & Natural buat dukung idola mereka Jonathan Mulia or Glenn Alinskie, nah yang paling banyak sms bakalan dihadiahin most special date sama idolanya. Temen-temen Fres yang ikutan dukung tapi belom beruntung untuk ngedate sama idola, punya kesempatan buat datengin idolanya ke sekolah mereka. Nah itulah kenapa nama acara Fres School Visit with Celebrity.
Awalnya, to be honest, karena lamanya proses nego harga antara klien dan EO, gue jadi gak terlalu tertarik datengin acara ini. Gue empet mikirin acara cakep2 tapi mentok di budget. Tapi ya mo gimana lagi, talking about business juga. Tapi justru acara jadi happening dan bikin gue terharu adalah karena kita semua (klien, EO, agency juga talent) gak jadiin minimnya budget jadi masalah buat bikin acara yang seru. Semua semangat. Semua bergerak. Semua mao capek buat brand ini. Meskipun begitu, kekurangan di sana sini ya tetep ada. Tapi, gue seneng. 

Ketika Tisa, MC acara ini, nyuruh mereka yang ada di sekolah itu ngumpul di tengah lapangan, semua bergerak, semua turun dari lantai masing2 menuju lapangan, semua ambil posisi meski ada beberapa dari mereka yang memilih duduk bergerombol di pinggir lapangan. Palet kecil (panggung), standing banner, backdrop, booth jadi keliatan lebih happening ketika di depannya terisi muka-muka ekspresif dan pekikan “Fres You Moooooooooooost!” saat Tisa bilang: “Fres and Natural Splash Colooooogne???”. Fres You Most adalah tagline/semboyan dari brand seru ini. Buat gue ini sangat mengharukan... I don’t know why.
LUCY SO LUCKY
Adalah Lucy dari kelas 9G SMP Marsudirini Kemang Pratama yang jadi special one di hari ini, soalnya karena dia, Jonathan Mulia dan Fres & Natural bisa dateng ke sekolah dia buat dia dan temen2nya. Lusi, pribadi yang kalem dan gak heboh, beda ama temen2nya yang lain, yang lebih gokil, lebih ekspresif. Pas Jonathan dateng, dia cuma tertunduk, mungkin malu atau gugup, kadang2 ngangkat mukanya, ketika gue zoom in camera, di gue liat dia berkaca-kaca, mungkin saking senengnya, sementara temen2nya memekik heboh. Joni, kadang gue gitu manggil si Jonathan, juga orangnya heboh, suka becanda dan seru. Gue sendiri ama Joni gak terlalu deket tapi kalo event2 gini dia sangat kooperatif. Gue bersama Elfi, Radith (client service) dan Iqbal (anak magang) jadi ngerasa didukung banget sama keadaan, sama EO, sama talent, sama driver, sama klien juga sama Tuhan. Makasi ya Han! Love You lots!
ETC..ETC..
Booth yang dibikin Alex, salah satu tim kreatif (sayang gak ikutan) sederhana banget. But quite nice and sellful (caelaah.. ada lagi!), soalnya brandingnya gede banget. Dua fun-so-teenage-booth dan tenda mini 2x2m (with full of fres-flagchains) jadi tempat download buat wallpaper Fres & Natural dan foto2 wallpaper jonathan dan glenn. Booth itu jadi penuh banget setelah Tisa ngumumin bahwa dengan membeli produk (paketnya kalo gak salah start from 10rb sampe 15rb) punya kesempatan buat foto bareng si Joni dan ikutan FUN-FRES-Games. Gak Cuma itu, setelah quiz dan games dadakan yang diadain sama Tisa dan Joni, Joni juga dengan senang hati ngajak mereka semua foto bareng. Termasuk guru2 dan suster! What a co-cwiiiit-guy.
Gue juga gemes-gemes seneng (pengen ikut2an tereak2, tapi malu ama umur :p) pas liat antrian cewek-cewek temennya Lucy buat dapetin tandatangan joni. So ABG. So shameful-yet-nice-and-fun!
So many things to be told guys.
Hfff.. Hell yeah!
pas break makan siang, gue telpon Age, my office-mate yang baru aja resign, bersama dia gue lewatin berantem, nyolot2an, sinis2an gak penting, lembur2, sakit hati, makan bareng, tidur bareng, baikan, sampe marahan lagi, dll.. dia yang selalu ada di samping gue sejak awal eksekusi campaign ini (setelah keke, my last art director dan juga kak nia, whr r u eniwei kak?) demi acara yang hasilnya kewl ini. tSeraaaaah deh mo dibilang lebai. Di samping Age, tentu banyak juga orang2 yang gue harap juga bahagia knowing skilas info gue yang udah meluas seantero pratama itu, there are Keke (ini bener2 sesuai byangan gue pas kita brainstorming di awal2 Neng), Gracie mwah, Arden-my scorpio gUY-ur art-touch so amazing! mas dedy, Cici Elfi, Nui & Alex the-most-fres-wanted-grapher, mas maryono dan mima, the one.. the one.. the only lifetimesupporter of mine.
Waaaaa.. gue seneeeeeng! Tapi perjalanan masih panjang jo.. tahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnn!
Tuesday, October 28, 2008
Tuesday, October 21, 2008
ILLUDING
Hola!
So hows life? Hope you’re ok, always in a good health, handsome and missing me like I always do. What sweater you wear today? I hope that navy-blue.. wheew you look so muscular, I just couldn’t forget I took your pict with it + white jeans and that white lacoste over your feet stood up on your home library. That was my 21st birthday. Remember?
Well, my life goes complicated. I hate being mature, you know it. I hate when I have to make some decisions, u know.. the deadlines.. other’s feeling, family, love life, friends also office stuff. I often going to rooftop, I hope I see your face. Damn rite, I made an illusion! Home.. ? is alright, but as usual, I almost never like what mama said to me. About anything. I just don’t know why. Me the stubborn girl or she the conservative ones? I hate for make her crying. But I just.. mmm.. could you please understand me.
You know I never mean to hurt her. Forgive me for this ya.
Office is more quite than before. Some of my best buddies asked for resignation one by one. Here I am, still on my desk, still with my illusion of you, hate my boss sometimes. But love her then. Especially when she brings a loooot of fatty food. I become a food-bitch. :D
I often sneezing! I think The monitor and keyboard may be should be cleaned up ya? Ugh, not feel like.. u know.. but.. I have to! You must be hate to see my desk. too Many things. Sometimes see no focus, Blurry. Don’t-know-whatta -do syndrome came up. In that moment I feel you..
Yay! Drama queen? I am. You know it much, huh?
One week ago I bought dewi lestari’s new album. The title is Recto verso, if I’m not make mistake. So, that’s a book & song project. Every title in the album has a story in the book. I want that book but I have no monet yet. Wasful you!, u must be wanna say that, rite? I know you! Let see, the book will be on my hands by the end of this months. Do not jealous! *devil mode on*
Just a moment. I turn the mosquito killer on.
I’m back. Hey, how bout ur backache? Don’t forget to bring pain killer anywhere you go!!!! Mom always worrying you. Don’t let her. Wait wait.. mmm. I wanna ask you something, but maybe you don’t want me to know. Do you have girlfriend there? How does she look? oriental? Or blondy like Barbie? Hahahaha.. tell me! Tell me! Tell me! I promise not to share it to anyone! I swear! Even mom! Anyway, I hear the internet connection will come into your place?? Congratulatioooon!! Hope next I’ll find your letter in my inbox. Do you still have it? Lemme write it back: dunianisa@yahoo.com. I’ll also teach you the facebook!!! I tell you much on my next letter. That’s soooo happening here!
Ok then, team’s waiting to go to client.
I love you.
I love you much.
I love you Papa.
Mwah,
Nissa.
Friday, October 17, 2008
ILFIL AMA JM?
Lama-lama ilfil juga tiap kali baca majalah yang kebeneran ada berita tentang John Mayer, my darling singer. Tadinya aku bener2 tutup telinga tentang semua berita miring tentang JM. Aku mencintai karyanya. Aku suka semua lagunya. Aku suka cara dia nyanyi. Aku suka dia membuat lirik. Aku suka cara dia bermain gitar. Aku suka bibir keritingnya. Aku suka rambut ikalnya yang nganggu matanya kalo pas liat konser. Iya deh iya, aku juga suka karena dia ganteng.
Setiap pagi, udah common-sense-ku ketika kompi nyala aku buka ngeklik windows eksplorer tru drive D:\Pelipur Lara\Interlokal\John Mayer\Continuum Radio Version, ngedrag semua lagu dan suara dia yang ngomong: no matter what you're going thru, this one is for you di lagu Heart of Life, bener2 bikin aku melek ngerjain jemuran brief. Deeuuu.. segitunya. Eh beneran tauk. Pagiku semakin sempurna karena kopi bikinan Marno atau Pak Iing. Senang.
Tapi aku ilfil ama berita2 itu. Soal dia yang katanya mulutnya bawel banget, nggak "laki" lah gitu. Gimana ya. Aku mulai jarang baca blognya, karena makin lama aku merasa dia makin fake. Tapi ada tulisan2nya (meskipun aku gak yakin dia yang nulis sendiri) yang aku suka banget. Nginspirasiin aku. Ugh, John..
Mungkin kalo seneng sama seleb jangan norak kayak aku kali ya. Akibat norak akhirnya kecewa sendiri ngeliat atau ngedenger atau ngebaca hal2 jelek tentang dia. Tapi hollywood kan gitu. Paparazzi rese berat. Tapi beneran loh, aku sekarang ilfil ama dia, meski secara pribadi gak kenal juga (adoooh, heboh deh!).
Tapi tapi..
Stop This Train.. Daughter.. Neon.. Comfortable.. Heart of Life.. My Stupid Mouth.. Great Indoor.. Why Georgia.. Free Fallin..
Aduuuuhh..
Jadi? ilfil apa enggak sih? Ah, Waiting On The John To Change aja kali.. :D

Satu tahun belakangan, gue bermasalah banget sama bangun pagi. Saat ini, gue mencoba mengingat-ingat penyebabnya. Mungkin karena sering pulang pagi dari kantor kali ya, jadi gue merasa dateng siang ke kantor ok2 aja. Terserah mo pada bilang, ah excuse aja loe. Tadinya gue berpikir apa jangan2 gue bosen ya ama kerjaan? itu yang belom bisa gue jawab. Gak tau ya, mungkin iya juga. Dulu, waktu Randu, ponakan gue yang paling kecil masih di Jakarta, alesan gue dateng siang ya biar bisa maen lebih lama ama dia. Bisa aje ye gue.. Hehehehe.
Dateng terlambat ke kantor (harusnya jam 8.30 tapi gue dateng hampir selalu di atas jam 10) juga jadi bahan diskusi yang di-highlight pas apraisal beberapa bulan lalu. Dan entah kenapa gue santai aja dengan teguran itu. Nggak berarti bodo amat sih, tapi santai aja. Gak gue pikir2in amat. Meskipun kalo lebih dari jam 10 dateng means gue keilangan uang transport, gue tetep gak nelongso. Sok kaya ya gue. Yang penting adalah, gue bahagia. Apa iya.
Dateng siang banyak ruginya kata ibu gue. Rejeki keburu dipatok ayam. Iya po? Kata bos gue, juga gitu. Banyak yang bisa dilakukan kalo dateng pagi ke kantor. Pertama pasti dapet insentif, bisa cek2 fesbuk, frenster, liat what happens on earth di detik, mo dapet berita yang agak nglondo dikit sekalian belajar grammar, mampir ke the jakarta post. Bisa nyapa OB yang lagi kerja, atau bahkan sekali2 kita yang bikinin dia kopi, atau minum kopi bareng sambil ngobrol2 yang gak penting, bisa bales2 email, bisa liat2 pembicaraan yang lagi hot di milis, bisa gosip2 atau sekedar bilang selamat pagi buat orang2 yang gak pernah kita sapa sebelumnya di YM, bisa menebarkan energi positif dari matahari pagi, dari debu2 Jakarta (ini lebai, ini enggak banget!), bisa godain anak magang yang pada baru dateng. Banyak hal. Banyaaaak banget, kata bos gue. Juga kata ibu gue.
Gue hanya pernah memraktikkannya beberapa kali doang. Awal masuk kantor (ya iyalah!), tapi hanya bertahan beberapa bulan doang aja gitu. Menilik partner gue, Keke, yang juga gak dateng pagi karena (mungkin) rumahnya selemparan kolor doang dari kantor, gue jadi ketularan dateng siang. Meskipun lama2 Keke akhirnya
Gak kurang heboh cara2 gue menyembuhkan penyakit akut bangun siang itu. Keberadaan ibu gue di rumah sebetulnya sangat membantu, karena cerewetnya dia bener2 bisa bikin gue melek, semelek2nya, tanpa kantuk, soalnya dia ribut banget kalo gue keilangan Subuh. Kalo udah bangun, bisa jadi dapet omelan dua kali lipet. Jadi, mending maen sama Randu. Leyeh2 nonton gosip di TV sebelum ke kantor. Gue juga memasang alarm di handphone juga weker. Gak ada yang berhasil tau gak sih. Hobi gue adalah menekan tombol "turn off" alarm di handphone juga di weker. Waktu ada Mba Nur dan Mba Eha juga seru, gue minta mereka gelitikin telapak kaki atau membasuh kaki gue pake air dingin sampe gue bangun. Beli weker yang bunyinya ngalahin cemprengnya Pak Iyus adzan di Ibnu Sabil juga udah pernah. Berhasilnya, seperti biasa, cuma beberapa kali.
Lantas mesti gimana lagi?
Di pikir-pikir, sedih juga loh jadi orang yang gak bisa bangun pagi. Beneran deh. So so unproductive. Sampe kantor pasti udah deket waktu makan siang, baru produktif lagi sekitar jam 2an. Iya kalo produktif, emang rasa malas selalu bisa diatasi? Juga distraction2 dari partner heboh seperti Ardenos Nomos. What a big no!
Berubah dong Nissa! Biar jadi employee of the year! Lumayan kan dapet kalung emas buat Mama.

Dua malem lalu gue liat Budiman Sudjatmiko di Barometer, acara diskusi di SCTV. Bersih. Ganteng. Happening lah pokoknya! Beda banget sama dokumentasi dia saat jadi aktivis mahasiswa, ketua Partai Rakyat Demokrat yang radikal, yang seolah enggan berhenti meneriakkan demokrasi. Denger orasinya lewat TV aja bisa bikin merinding. Sekarang, kok jadi pengen foto bareng ya, entar ditaro di fesbuk. Pasti banyak yang nanya: Nis, anak mane nih! Dapet aje lo..
Thursday, October 16, 2008
PAST WILL NEVER COME TWICE
Ada sesuatu ketika gue tau salah satu mantan pacar kecelakaan dan koma di Mitra Keluarga. Yang gini gini gue males. Tapi sesuatu itu menghujam gue untuk merasa perlu tau kabar cowok itu. Adooooh.
Menjelang lebaran gue dapet kabar yang nggak ngenakin soal Arial. Rial, my first-lovely-love, sudah menikah punya anak perempuan yang lucu bernama Book Antiqua. Sialan duluan dia yang kawin. Ugh, sebel inget-inget itu. Irrrrriiii.. Hohoho. Iya gue iri. Heboh.
Salah satu temen gue yang kabarin via sms. Seketika gue inget beberapa tahun lalu, saat Rial kecelakaan yang menyebabkan kakinya patah. Yes, tabrakan motor. Kali ini juga motor. Kesian. Tapi juga ada sayangnya. Idih gue kenapa sih..
Beberapa hari lalu, Rial online di YM. Gue langsung samperin karena memang gue gak tau keadaan dia, sms (ketelpon yang dipegang istrinya) gak dibales, telp direject. Temen2 gue juga pada sibuk sendiri. Gue gak tau lagi kemana gue mesti cari info soal anak ini. At that moment, gue merasa sial karena gue kepikiran.
Di luar dugaan, percakapan di YM sangat hangat. Dia cerita, dia gak terima sms gue juga telp gue, sungguh aneh, dia juga gak ngeh kenapa kecelakaan bisa terjadi, dia bilang, mungkin waktu itu dia ketiduran. Heh? Gila. Parah banget. Gue out of nowhere ngamuk aja dengar dia ketiduran di motor. Ngamuk seolah2 dia masih pacar gue. Idih. Tapi untungnya langsung gue netralisir dengan meminta dia cerita soal puasa dan shalat yang baru dia jalani 4 tahun belakangan ini juga anak perempuannya yang lucu. Muna berat.
Tapi gue gak tahan untuk membiarkan dia tau bahwa jantung gue mao copot saat gue tau dia koma. Dia kasih emoticon big grin. Gue kasih emoticon ketawa guling-guling.
Menertawai kenangan. Iya beneran. Iya, karena gue yakin past will never come twice.
Wohoooo!
Cepet sembuh Arial, semoga King Cool bisa digendong lagi. Setiap hari tanpa tapi.
Gue telp Neo, menceritakan semuanya. Neo ketawa godain gue. Gue senyum-senyum digodain Neo.
HELVECTICA & VERDANA
Helvectica a.k.a HELV, one of my-very-best-buddies-totalkwith, is a pretty woman. Idung mancung, garis wajah yang teges, penuh semangat, hangat, sekaligus enak buat dikeplakin. Helv, yang kepadanya gue bisa nggak perlu ngayak omongan. Gak suka ya gak suka. Bahagia ya bahagia. Miskin ya miskin. Gak manipulatif. Gak gombal. Gak fake. Helv yang kepadanya gue bisa teriak, marah.. menuangkan segalanya yang gue rasa.
Bahagia Helv adalah bahagia gue.
Kepedihan dia bagian dari kesedihan gue.
Air mata Helv jadi luka buat gue.
8 years. Selama itu Helv, mesti hidup dalam suka, duka, sedih juga bahagia. Selama itu juga, anugerah dan masalah dateng menghampiri 27 yearsold-young-tough-yet sensitive woman, Helv dan Verdana a.k,a Dana, pacarnya. Sampe satu bulan ini, Helv menjadi rapuh, lemah, nggak berdaya karena cinta.. karena Dana
Beda agama. Eneg gue menulisnya. Gara2 beda jadi gak bisa bersama. Gue juga mesti nelen keadaan, di mana gue mesti berpisah dengan orang yang gue kasihi karena beda agama. Helv dan Dana juga mesti menelan hal yang sama seperti gue dan mantan pacar. Gue mungkin lebih bisa terima alesan ketidakcocokan buat sepasang kekasih berpisah.
Dana melupakan semua sejarah cintanya dalam waktu less than 2 weeks. Dan gue gak tau, si Dana itu tolol apa gimana, dia minta tolong ama Helv buat ngasi tips and tricks buat bisa deketin cewek itu. Orang gila. Lebih gilanya lagi, rasa sayang Helv ke Dana, bikin Helv mengiyakan permintaan Dana. Gak berenti di situ, selang kapan gitu, Helv anter sesuatu (permintaan Dana tentunya) ke kost-an Dana, saat yang bersamaan Dana lagi terima telp dari cewek barunya dan dia merasa terganggu dengan kedatengan Helv. Damn it. Dana dengan tololnya bilang kalo Helv sengaja menghancurkan relasi dia dan cewek barunya. Sinting.
Yang Helv alami saat ini jadi derita gue juga. Tapi gue mesti kuat biar Helv juga kuat, biar dia sadar ada orang yang mikirin dia. Ada buat dia. Dana is one of sandaran Helv jalanin hari2 penuh teka teki selama 8 tahun. Dana adalah orang andelan Helv buat berbagi apa saja. Danalah semangat hidup buat Helv. Dana tempat Helv berbagi cinta dan cita-cita.
Gue gak kebayang kalo kita mesti keilangan salah satu semangat hidup. Gue gak kebayang kalo Tuhan mendidik gue dengan cara harus keilangan semangat hidup gue, salah satu milik gue yang paling berharga saat ini, My Neo. Ih gak mau gak mau gak mau!
Berbagai cara menghibur Helv, udah gue dkk lakukan. Ngajak makan, maen ke rumah baru temen gue, berlama-lama di kantor sambil denger lagu kesukaan, foto2 di imac temen, nyumpelin matanya dengan puluhan dvd buat di tonton, juga ngenalin dia ke cowok yang kayaknya prospektif sebagai pengganti keberadaan Dana. Tapi, Tuhan emang penuh tekateki. Kalo cowoknya maju, Helv takut. Kalo cowoknya takut, Helv suka. Ada aja deh. Sampe yang terakhir adalah hari ini.
Hari ini, tante Helv berinisiatif ngenalin Helv ke cowok kenalannya. Gue berdoa, semoga ini jalannya. Hari ini gue liat Helv dressed-up dan dandan buat ketemu cowok pilihan tantenya itu. Cantiknya Helv dipoles lagi. Jadi tambah cantik. Dalem hati gue, sialnya tuh si Dana punya pacar cakepnya kayak gini, disia-siain. Gue liat semangat Helv berhenti redupnya, gue liat optimisme. gue liat matanya berbinar. Gue melihat harapan. Gue liat semua yang pengen gue liat di diri Helv. gue liat langkahnya yang pasti yang pelan-pelan ilang dari kelopak mata gue. Good luck Helv. God bless you Helv.. I said in silent.
Beberapa jam berlalu, sampe gue menemukan Helv berdiri berkaca-kaca di depan gue. Dengan ketawa sinis dan terbata-bata bicara kalo dia ketemu Dana dan ceweknya di tempat dia dan cowok (yang dia temui) nge-date.
Tangan kanan gue mengusap punggung Helv. Berharap ada kekuatan di sana.
Setiap orang pasti tumbuh. Setiap luka pasti sembuh. Semangat ya Helv!






