pulang pagi (lagi) dan perasaan ini.
5.30 am, i arrived at home. So tired but i couldn't sleep. Siangnya, gue ada jadwal present jam 11 dan berangkat dari kantor 10. Tapi most of all yang paling menyedihkan adalah..
my feeling.
Gue masih saja mengingatnya.
Di setiap langkah, nafas, lagu yang keputer di ipod, jalanan, meja kantor, tumpukan brief, buku, bahkan lelap yang senyap.
Iya memang, these are all i've got to face, tapi aku tidak bisa sendirian menghadapi ini? aku butuh bantuan!
Dan aku menunggu genggaman-Mu..
Tuesday, March 27, 2007
Monday, March 12, 2007
Tentang Capek
" when u try ur best but don't succeed.. when get what you want but not what you need.. could it be worst..? "
fix you by coldplay.
Sunday, March 11, 2007
Tentang Doa.
when i’m just missing him.
Pa, kemaren Mama ngomong kalo nissa gak punya perasaan karena jarang sholat. Kalo gak solat sama artinya Nissa berkurang mendoakan Papa. Pa, maaf, Nissa harus mengakui kebenaran kata-kata Mama. Nissa mungkin gak seperti Kak Lia yang setiap hari selalu tunaikan sholat 5 waktu, kadang lengkap dengan puasa senin kamis, sholat dhuha dan sholat sunnah lain. Count it Dad, betapa seringnya Kak Lia berdoa buat Papa. Sementara Nissa? Subuh kesiangan, sempet wudhu buat sholat dhuha, eh ingetnya pas di atas ojek. Kalo abis makan siang, sering bega dan lebih milih leyeh-leyeh di ruang brainstorming atau langsung kerja lagi ampe waktu ashar abis (bener-bener kalo inget doang pa!). Magrib keluar makan malem dan sampe rumah udah keburu capek, jangankan wudhu Pa, cuci muka aja Nissa jarang banget.
Forgive me, Dad.. Nissa sempat lupa bahwa doa Nissa bisa bikin hari-hari Papa di sana lebih ringan, tenang dan sejuk. Maafkan Nissa, karena Nissa belum bisa memaknai ibadah dengan benar. Nissa merasa bahwa berdoa bisa di mana saja. Setiap kali Nissa inget Papa, ada doa di sana. Berlimpah Pa. Di atas ojek, di tengah deadline kalo mata beralih ke foto Papa di samping tumpukan kamus-kamus, menjelang presentasi, pas dengerin Frank Sinatra dan Norah Jones, pas brainstorming, pas beli risol di Mas Roso, pas meluk si Sapi, pas ngobrol sama Medi, tukang bajaj, pas cium tangan Mama saat mau berangkat kerja, pas tanggal 16 Oktober, pas ulang tahun Nissa, Mama, Kak Inda, Kak Lia, Adib, Yasmin.. pas bangun tidur, mas mau tidur, pas jatoh di jalan, pas dicubit dan diomelin Mama, pas berantem sama Kak Lia.. kadang pas sholat..
Nissa mungkin gak seperti anak-anak Papa yang lain.. Tapi Pa, forever you will always gonna be here, in my heart. Itu sebabnya Nissa nggak menangis seperti Mama, Kak lia, Kak Inda saat raga Papa pergi meninggalkan Nissa. Karena cinta Nissa lebih dari itu, Nissa nggak pengen Papa merasa “tertahan”, karena Nissa sadar saat-saat mengurus Papa is the most wonderful time I ever had, karena Nissa pengen Papa melihat Nissa tidak sedih, meratap dan gak semangat… karena…
I love you Dad, more than they know. More than you know.
Beyond the door
There’s peace I’m sure
And I know there’ll be no more
Tears in heaven..