Tuesday, December 11, 2007

DOA UNTUK IKA



Sejak 5 Desember aku terus mengirimkan sms untukmu, Ka. mengingatkan agar kamu jangan lupa istirahat sebelum memegang bunga dan bersimpuh di altar. Agar kamu juga tidak gugup ketika bilang, "I do..". Hehehe.. Semuanya lancar kan, Sayang? Alhamdulilah..

Kalo saja aku tidak punya halangan apa2, tentunya tanggal 7 Desember kemarin, tepat di ulang tahunmu, aku akan menjadi salah satu orang yang ikut melihatmu berbahagia dengan baju pengantin karya Kelik Wang di Candi Boko. Kamu inget gak, malemnya aku menelponmu.. aku denger keriuhan di seberang sana meski kamu bilang pestanya sudah selesai. Air mataku menggantug, Ka. Aku menangis Ika setelah menutup telepon.
Aku sedih. Aku sedih karena aku tidak bisa berada di dekatmu, mencium pipimu memelukmu dan berdoa langsung di telingamu, semoga pernikahanmu membawa berkah tidak hanya untukmu tapi untuk orang2 terdekatmu, orang2 yang menyayangimu..

Aku menyayangimu Ika.. itu sebabnya aku tak akan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.*

Ka, salam untuk Kelik, cintaku yang lain, suamimu. Hahaha.


*terinspirasi dari "Dalam Doaku" oleh Sapardi Djoko Damono.

0 comments:

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP