Monday, August 13, 2007

RUMAH 1


rumah..
seharusnya aku bisa melakukan banyak hal di tempat itu. nggak cuma buat tidur, mandi, salin pakaian, makan, nonton tv, dvd, godain ponakan, dll.. tapi suatu tempat di mana kamu selalu punya alasan untuk kembali ke situ. tapi, kali ini, tidak dengan aku. entah kenapa.

sebenarnya tidak ada yang salah dengan rumahku. semua baik-baik aja kecuali tidak ada ibuku untuk sementara waktu. bahkan mungkin harusnya aku bahagia karena gak ada suara2 yang menyuruhku untuk melakukan ini atau itu...

tapi tetep aja, i have no any reason to going back home. kayaknya balik ke rumah itu ngerepotin buat aku. toh gak juga nasi di magic jar, juga makanan lain seperti biasanya. kulkas juga isinya aer dingin doang.. sungguh tidak menarik.

mak apuk, om ku (pengganti ibuku ketika beliau sedang gak di rumah) berkali-kali juga meneleponku menjelang malam..
"nissa dimana nak? pulang gak? kalau bisa nissa pulang, rumah jangan dibiarin kosong ya.. atau ajak temen nginep di rumah.. nanti kalau mau makan ke rumah apuk aja ya.. atau nissa mau dimasakin apa? apuk tungguin ya!"

entahlah..

aku merasa banyak yang 'hilang' dari tempat itu. dari rumahku. apakah karena rumahku gak ada orangnya ya.. jadi aku ngerasa kesepian gitu. perasaan "dont know whatta do" yang berlebihan banget bisa jadi. sejak dua kakakku tidak tinggal di rumah, praktis hanya aku dan ibuku, sekarang ditambah mbak nur yang sering bantuin kami ngerjain kerjaan rumah tangga. untuk rumah lantai dua, dengan luas kurang lebih 200 meter, 5 kamar.. buat aku itu rumah yang gede. apalagi kalo gak ada orangnya.. menyapu, ngepel, bersiin kaca2, jendela udah mao rontok badanku.. *selain memang aku adalah pemalas no. 29 di dunia LoL*.

aku sering melihat rumahku sedih, hampa dan tidak bernyawa. dan aku enggan "menghidupkannya", sekali lagi, entah mengapa. aku juga gak punya lagi perasaan peduli ketika sepupuku yang lain, mengingatkan bahwa air di dispenser sudah habis, begitupun dengan sabun pencuci piring, pintu menuju balkon atas gak bisa terbuka, AC yang udah mulai gak dingin, juga tagihan uang sampah dari rt.. omongannya benar2 hanya selintasan kudengar dan aku segera berangkat ke kantor dengan meninggalkan selembar 50rb-an. aku sendiri merasa aneh dengan diriku, padahal jelas-jelas ibuku mengingatkanku untuk selalu kembali ke rumah sepulang dari kantor, dan memperhatikan kebutuhan2 seperti air minum, stok sabun pembersih lantai & pencuci piring juga iuran telepon.

mungkin ini..
kehilangan sesuatu yang paling terasa di rumah, adalah papaku. sejak 16 oktober, 3 tahun yang lalu. sejak itu, alasan aku pulang ke rumah adalah ibuku. tidak ada yang lain. saat ini, ibuku pergi untuk sementara waktu, aku benar2 kehilangan alasan untuk kembali ke rumah. aku benar2 kehilangan alasan untuk mengurus rumah ibu dan ayahku, rumahku sendiri, kata mereka.




0 comments:

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP