Tuesday, August 28, 2007

CLUB 8

Seharian ini aku mendengarkan Club 8.
Album Strangely Beautiful.
Hari ini hidupku rasanya bergerak lambat.
Persis slow motion.

Read more...

Monday, August 20, 2007

atas nama senja





dengan gurat gradasi

ungu

biru

merah

jingga



memesona

indah

hangat



aku berharap kamu melihat senja yang sama di sana

melihat gradasinya..

merasakan sesal yang kupunya

karena membiarkan kamu melihat semua yang kita cinta

di tempat yang berbeda..



maafin aku ya.

Read more...

Sunday, August 19, 2007

17.8.2007

Hmmm.. hari ini aku membuat kejutan untuk diriku sendiri juga kakak iparku, mas awali.
Aku masak!
Kapan terakhir ikutan masak ibuku pun aku gak inget..

Pagi-pagi sekali aku bangun, shalat subuh, bikin kopi buat kakak ipar dan pergi ke pasar. Pasar jangkrik, namanya. Belum becek, masih bau ikan dan daging segar dan sayuran juga bumbu dapur, yang jualan pun wajahnya belom letek-letek.. yang ibu-ibu madura penjual seafood masih wangi parfumnya.. masih semangat, sesemangat pengumandang azan subuh di ibnu sabil.

Aku beli ikan tongkol, cabe merah, cabe hijau, bawang merah, bawang putih, daun salam, sayur toge, telur, so-un, kerupuk bawang dan papaya. Baiklah, aku siap masak.
Aku masak ikan tongkol balado ijo (kayaknya itu doang masakan lauk yang kuingat cara bikinnya), sayur toge, telur mata sapi yang dikasih so-un bawang goreng dan cabe, dan hidangan penutup, papaya dingin yang dikasi perasan jeruk nipis dan susu kental manis.

Setelah makan siang dan nonton tv bareng mas awali, aku bergabung dengan teman2 di kampung belakang. Aku panitia lomba 17-an. Seru sih maen ama anak2 kampung yang rata2 gak pake sandal, dekil dan punya ingus kering di idung. Biasa deh aku sok akrab dengan mereka, Tanya2 tentang sekolah mereka, rumah, adik mereka dan apa yang mereka kerjakan setelah pulang sekolah. Karena gak bawa kamera, aku motret mereka pake handphone. Abis lucu2 gayanya. Eh, diluar dugaan mereka excited banget. Minta difoto terus dan gaya aneh2. Nggak cuma itu, mereka juga minta diajari tulis sms. Liat kelakuan mereka, menurutku pada gak peduli gitu dengan hari kelahiran negeri sendiri. Yang penting, bisa ikut lomba, senang, teriak2, dapet hadiah, dan foto2 dengan kamera handphone-ku..

Selepas magrib, urusan lomba-lombaan kelar trus aku inget tongkol balado ijo tadi siang + sayur toge + nasi putih anget nan harum pandan..

laper euy.. makan lagi ah!

Read more...

Tuesday, August 14, 2007

JOBSEEKER?
sudah seminggu ini aku rajin sekali menyapa teman lama via Y!M saat kerja di majalah outmagz, bennet dan ibenk. aku mao hengkang dari jakarta! (semoga ini bukan hanya keinginan sementara, esmosi tiada tara atau sejenisnya).
tak hanya itu, aku pun sibuk mencari refrensi surat lamaran yang agak formal.
bennet, ibenk.. thank you buat info dan beragam paket menarik yang layak dilirik ya.

Read more...

RUMAH 2


rumahku itu, menurutku, cukup besar. mungkin besar karena penghuninya hanya, aku, ibuku dan mba nur. sejak kecil aku tinggal di tempat yang terkenal dengan nama kampung pisangan baru. letaknya di belakang stasiun jatinegara, dekat dengan pasar jangkrik, one of the most popular tradisional markets on jatinegara. selain itu, rumahku berada di antara kelurahan utan kayu dan kayumanis.


rumahku sendiri berdiri sejak tahun 1980-an. yang kuingat aku lahir ketika rumahku sudah di pisangan baru itu. kata ibuku, mereka (orang tuaku) membelinya dari seorang perempuan betawi yang kemudian kami (keluargaku) memanggilnya enek, dari kata nenek sepertinya. enek, menurutku, adalah perempuan yang kaya sekali, dia punya tanah dan kontrakan di mana2, sayangnya anak dan cucunya gak pandai mengolah kekayaannya. tadinya rumahku hanya sepetak. bener2 sepetak. udah gitu, yang tinggal di rumah waktu itu ada 6 orang, aku, mama, papa, kak lia, kak inda dan mbak ani. kami cuma punya ruang tamu, ruang makan yang berfungsi ganda sebagai ruang keluarga dan 4 kamar yang sempitnya minta ampun! kamar mama papa, kamar kak linda (keduanya di bawah), kamar kak lia dan mbak ani (di atas). papaku menyewa garasi, yang juga milik enek di samping rumah.

perlahan-lahan, ibuku bernegosiasi dengan enek untuk melepaskan tanahnya sedikit demi sedikit untuk perluasan rumah kami. seingatku negonya susah sekali, jadi kalau mintanya bulan ini bisa jadi approved-nya taun depan. apalagi garasi.. ugh tempat itu yang paling susah dinegosiasikan, alasannya suatu saat akan jadi tempat usaha anak atau cucunya. bener aja, sekarang tempat yang dulunya adalah garasi untuk mobil papa, kini jadi warung makan khas betawi bernama amanda, cicitnya si enek.
sekarang ini, rumahku sudah lebih panjang ke belakang. ibuku membongkar kamar depan, memundurkan ruang tamu dan menjadikan ruang tamu sebagai garasi. ia juga membangun tiga kamar di belakang, dua kamar tidur dan satu mushola dan tiga kamar lagi di atas. ibuku juga membangun satu impian terbesar sepanjang hidupnya, dapur cantik dengan kitchen set dan wastafel yang bagus. selamat ya ma.. sekarang dah punya dapur impian.

tapi, seiring berubahnya desain konstruksi rumahku, satu persatu orang kemudian keluar dari rumah. bermula dari kak linda, yang kemudian disusul kak lia.. yang terakhir papa. kalo papa, perginya gak pernah balik. outing ke surga, katanya. ya pa?

hari-hari yang sepi dan kadang menyebalkan tidak hanya menyelimuti aku, tapi juga ibuku. pekerjaanku seringkali tidak bisa berkompromi untuk menyenangkan hatinya, akibatnya aku seringkali mendapatinya sesenggukan -yang kuduga karena kesepian-, ketika aku membuka pintu kamar, atau di atas sejadah dengan mukena yang bagian depannya basah karena air mata.

dan semakin ke sini, aku semakin tidak kerasan berada di dalamnya. apalagi ketika ibuku seringkali pergi ke jogja untuk jenguk kak linda. aku pun makin nggak punya alasan, kenapa aku harus pura-pura merasa nyaman terhadap sesuatu yang tidak lagi sanggup kusebut rumah?


Read more...

Monday, August 13, 2007

RUMAH 1


rumah..
seharusnya aku bisa melakukan banyak hal di tempat itu. nggak cuma buat tidur, mandi, salin pakaian, makan, nonton tv, dvd, godain ponakan, dll.. tapi suatu tempat di mana kamu selalu punya alasan untuk kembali ke situ. tapi, kali ini, tidak dengan aku. entah kenapa.

sebenarnya tidak ada yang salah dengan rumahku. semua baik-baik aja kecuali tidak ada ibuku untuk sementara waktu. bahkan mungkin harusnya aku bahagia karena gak ada suara2 yang menyuruhku untuk melakukan ini atau itu...

tapi tetep aja, i have no any reason to going back home. kayaknya balik ke rumah itu ngerepotin buat aku. toh gak juga nasi di magic jar, juga makanan lain seperti biasanya. kulkas juga isinya aer dingin doang.. sungguh tidak menarik.

mak apuk, om ku (pengganti ibuku ketika beliau sedang gak di rumah) berkali-kali juga meneleponku menjelang malam..
"nissa dimana nak? pulang gak? kalau bisa nissa pulang, rumah jangan dibiarin kosong ya.. atau ajak temen nginep di rumah.. nanti kalau mau makan ke rumah apuk aja ya.. atau nissa mau dimasakin apa? apuk tungguin ya!"

entahlah..

aku merasa banyak yang 'hilang' dari tempat itu. dari rumahku. apakah karena rumahku gak ada orangnya ya.. jadi aku ngerasa kesepian gitu. perasaan "dont know whatta do" yang berlebihan banget bisa jadi. sejak dua kakakku tidak tinggal di rumah, praktis hanya aku dan ibuku, sekarang ditambah mbak nur yang sering bantuin kami ngerjain kerjaan rumah tangga. untuk rumah lantai dua, dengan luas kurang lebih 200 meter, 5 kamar.. buat aku itu rumah yang gede. apalagi kalo gak ada orangnya.. menyapu, ngepel, bersiin kaca2, jendela udah mao rontok badanku.. *selain memang aku adalah pemalas no. 29 di dunia LoL*.

aku sering melihat rumahku sedih, hampa dan tidak bernyawa. dan aku enggan "menghidupkannya", sekali lagi, entah mengapa. aku juga gak punya lagi perasaan peduli ketika sepupuku yang lain, mengingatkan bahwa air di dispenser sudah habis, begitupun dengan sabun pencuci piring, pintu menuju balkon atas gak bisa terbuka, AC yang udah mulai gak dingin, juga tagihan uang sampah dari rt.. omongannya benar2 hanya selintasan kudengar dan aku segera berangkat ke kantor dengan meninggalkan selembar 50rb-an. aku sendiri merasa aneh dengan diriku, padahal jelas-jelas ibuku mengingatkanku untuk selalu kembali ke rumah sepulang dari kantor, dan memperhatikan kebutuhan2 seperti air minum, stok sabun pembersih lantai & pencuci piring juga iuran telepon.

mungkin ini..
kehilangan sesuatu yang paling terasa di rumah, adalah papaku. sejak 16 oktober, 3 tahun yang lalu. sejak itu, alasan aku pulang ke rumah adalah ibuku. tidak ada yang lain. saat ini, ibuku pergi untuk sementara waktu, aku benar2 kehilangan alasan untuk kembali ke rumah. aku benar2 kehilangan alasan untuk mengurus rumah ibu dan ayahku, rumahku sendiri, kata mereka.




Read more...

Friday, August 10, 2007

TERGODA


ketika aku dapet kabar kalo salah satu lsm anak dari inggris butuh karyawati, aku jujur aja tergoda.

jogja.
KUNCI.
nagan lor.
rumah pogung.
rong-rong sahabat aku.
andari.
bu nuning.
warnet yang banyak dan deket2.
taman bacaan di mana2.
ada kinoki buat nonton film.
festival2 film lainnya.

juga, medi.

mereka semua itu 'rumah'ku.
dan aku selalu ingin kembali ke situ.
pikiranku banyak banget.
awut2an.
bahagia lebih mendominasi.
tapi ada rasa bersalah juga ke mama.
masa' aku meninggalkannya di jakarta?

ya ampun Tuhan.
aku gak tau mesti gimana.
aku mbok dikasih tau..
paling enggak dibisiki, diyakini mana yang baik..


Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP