Thursday, July 06, 2006

gini tho rasanya..


Ashar ini gue berdoa agak lama, ada beberapa tambahan doa yang nggak biasanya gue lafalkan dalam ritual rutin
ini. Salah satunya adalah gue begitu mengkhawatirkan salah seorang sahabat. Sebetulnya secara fisik dia baik2 aja. Entah apa yang bikin gue begitu mengkhawatirkan dia, padahal ia terlalu dewasa untuk dikhawatirkan. Ketuaan malah. Gue yang jarang nangis saat berdoa, kali ini gue merasa pipi gue basah sepanjang doa, abis2an gue merengek agar Tuhan nggak berhenti menjaga keselamatan sahabat gue dan orang-orang yang dekat dan sayang sama dia.

Fiuh.. nggak nyangka segini kuatirnya gue ama tu anak.
Please take care dude..


*listening Doa by Jingga

Read more...

Tuesday, July 04, 2006

h e a r t a c h e!



Maybe that’s your life are.. Makin people feel bad..

sakit? wajar!

Pernah keilangan sahabat beberapa tahun lalu, bener2 bikin sedih. Quite unwell. Merasa pernah berarti, merasa telah mempersembahkan tempat untuknya di sudut hati kamu, kemudian dengan begitu saja, dia membuangmu.. tanpa kamu mengerti apa salahmu..
Nggak ada mantan temen. Aku pun berusaha meyakinkan itu berkali-kali terhadap diriku. Tapi kali ini sakit banget. Semua teguranmu kalo gak dicuekin ya kamu akan dapetin bentakan, kesinisan, dan ia merasa bahwa perhatian kamu sangat mengganggunya. Karenanya, lebih baik kamu diam. Tapi ternyata diam membuat lukamu makin menganga. Hatimu kering seperti wastafel yang lama tak terpakai. Derit kerannya yang keras tak berbeda dengan sulitnya mulutmu untuk bicara. Seolah kau tak lagi punya pita suara untuk sekedar memanggil namanya, seperti yang sering kamu lakukan.

Perasaan ini sakit adanya. Kamu pun berusaha terus memperbaiki keadaan ini hanya karena kamu tak ingin lagi kehilangan sahabatmu seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Akhirnya, kamu lepaskan seluruh hal yang berbau harga diri dan gengsi. Kamu menegurnya lagi, meski seperti dugaanmu.. ia akan bersikap seperti kemarin-kemarin. Ia tetap mengacuhkanmu, membuatmu merasa buruk dan salah, memaksamu untuk melupakan bahwa kalian punya sesuatu yang harus diperjuangkan: persahabatan.
Sekali, sepuluh kali, seratus kali.. Ayolah, akui saja. Kamu jelas menderita. Jangan tahan lagi, biar saja sungai itu mengalir deras hingga ujung dagumu. Dengar derunya, nikmati setiap tetesnya.. Ada energi disana, aku percaya. Meski tak akan pernah habis jiwamu bertanya, kenapa ia berlaku seperti ini padamu? Kenapa ia mencampakkanmu setelah kamu tidak lagi berguna untuknya?

Dan, apakah kamu akan tetap mendukungnya seperti biasa, seperti kemarin-kemarin..? Seperti janjimu padanya?

enjoy being hurt!


listening sinned o'connor

Read more...

Monday, July 03, 2006

aha! monink sickness

pagi ini gue merasa males banget bangun pagi. seperti biasa, gue ngebayangin harus ketemu tukang ojek macam bang epeng (preman yang cukup disegani di daerah gue), berdesakan bareng orang2 menunggu 213 di kampas bogor, rebutan naik bis ppd itu, melihat messy-nya terminal kampung melayu, melewati matraman, diponegoro, imam bonjol, menteng, tosari (di tempat inilah di mulai pameran billboard dan beragam iklan media luar ruang lain), dukuh atas... sampai benhil (tempat dimana biasanya copet2 yang naik di megaria pada turun), naik ke semanggi, senanyan, kemudian slipi (dimana biasanya orang2 yang sleepy di bis pada bangun, karena di tempat ini banyak banget yang turun), abis itu pusat macet slipi jaya, baru deh di taman anggrek kemudian.. g r o g ol.. di tempat ini gue mesti turun dari bis gede itu. setelahnya gue harus berjalan sekitar 100 meter melewati jalanan yang sedikitnya ada 10-15 pedagang kaki lima yang jualan menu sarapan. sampai akhirnya gue bisa duduk di angkot B14 (yang panasnya minta ampun dan super duper ugal2an kalo nyetir), menuju kantor di kebon jeruk.

can you imagine?
but life goes on gitu.. just face it. there's no other way.

Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP